Thursday, 15 October 2015

Yayasan Ta'lim: Zadul Ma'ad [22-01-15]

Mulia dengan Manhaj Salaf



Sebuah video ceramah agama Islam, hasil dokumentasi tabligh akbar bersama Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas di Masjid Jami’ Al Mu’min, Jl. Pulau Sangiang no. 14, Kel. Sukarame, Kec. Sukarame, Bandar Lampung pada Ahad pagi, 22 Dzulqa’dah 1436 H / 6 September 2015, pukul 09.00 s.d. 11:50 WIB. Sebuah tabligh akbar yang mengangkat tema ilmiah sekaligus manhajiyyah, yaitu "Mulia dengan Manhaj Salaf", di mana sekaligus menjadi sebuah judul buku karya sang pemateri hafidzahullah. Mari simak video ceramah ini demi semakin memperdalam keilmuan kita terhadap agama Islam yang mulia ini.

Mulia dengan Manhaj Salaf

Pada hakikatnya, manhaj Salaf merupakan Islam itu sendiri. Jadi, mengikuti manhaj Salaf bukanlah sesuatu yang baru, bukan aliran baru, bukan pemahaman baru, bukan golongan, dan bukan sekte; adalah Islam itu sendiri, Islam yang murni yang telah ditinggalkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لقد تركتكم على المحجة البيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها بعدي إلا هالك
“Aku tinggalkan kalian agama Islam ini putih bersih, malamnya seperti siangnya, dan tidaklah orang meninggalkan ajaran yang putih bersih melainkan orang itu pasti binasa.”

Rasulullah tinggalkan agama Islam ini putih bersih, Al-Quran dan Sunnah, tidak ada bercak-bercak syirik, bid’ah, dan perpecahan. Orang yang menyimpang dari jalan ini pasti sesat.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ستفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة، كلها في النار إلا واحدة
“Umatku akan berpecah menjadi 73 golongan: 72 golongan masuk neraka, 1 golongan yang masuk surga.”

Ketika Nabi menyebutkan, bahwa hanya satu yang masuk surga, maka Rasulullah ditanya siapakah golongan tersebut. Kemudian, Rasulullah menjawab, “Al-Jama’ah”. Disebutkan dalam riwayat yang lain, Nabi mengatakan tentang satu golongan yang selamat itu:

ما أنا عليه وأصحابي
“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti aku dan para sahabatku.”

Pengertian Salaf

Istilah Salaf adalah sifat yang khusus dimutlakkan kepada para sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in. Ketika disebutkan “Salaf“, maka yang dimaksud adalah para sahabat radhiyallahu ‘anhum ajma’in, adapun selain mereka ikut serta dalam makna Salaf yaitu orang-orang yang mengikuti mereka. Artinya, bila mereka mengikuti para sahabat, maka disebut Salafiyyin, yaitu orang-orang yang mengikuti Salafush shalih.